Jumat, 26 November 2010

Air mata kristal

Engkau bukan dewaku.....
Apa lagi engkau bukan Tuhanku....
Setiap pagi engkau memangil namaku dengan lengkap
Aku selalu terburu-buru hanya ingin duduk dikelas

Aku bisa tersenyum....
Saat lantangnya kata-kata keluar dari mulutmu
Menyebarkan cahaya suci
Menyirami sukma kami yang kaku
Mencerahkan pasir waktuku

Engkau tak terkalahkan
Dengan latar papan tulis hitam
Membuat wibawa kalian sempurna
Melebihi dasyatnya orator politikus
Mengalahkan aksi pangung Jhon Lenon

Guruku.....
Aku cinta kalian semua
Aku ingin buat kalian bangga
Engkau ajarkan aku nikmatnya keikhlasan
Sampai aku tau ibadah itu mendapat pahala
Mengajarkan agar kita saling tolong menolong
Engkau sadarkan aku dari kebodohan
Mengajarkan aku menjadi manusia
Manusia yang bermanfaat
Manusia sebagai makhluk Tuhan

Menyadarkanku atas dosa-dosaku
Engkau marah saat aku berbuat salah
Engkau hukum aku atas kesalahan itu
Keburukan selalu enkau jauhkan dari kami
Enkau selalu melindungiku

Aku merasa bahagia
Aku menjadi tau rasa sedih
Engkau ajarkan hatiku berdamai dengan egoku
Senyummu membuat hatiku tenang
Jiwa ini menjadi tau cerianya bermain
Jiwa ini tau menjadi ketawa riang
Jiwa ini menjadi terbang melihat dunia

Lanit ini menyaksikan semua
Jasa besar untukku
Jasa kepada ribuan anak manusia
Entah bagaimana jasa itu sirnah
Takan dapat di gantikan dengan apapun

Engkau menjadi manusia terindah
Engkau menjadi makhluk Tuhan sempurna
Engkau awal yang mengantar kami
Mengantar kami keluar
Keluar dari kegelapan
Dimana dunia ini menjadi hidup
Tempat kita berdiam
Engkau guruku
Sekarang
Esok
Dan selamanya


Selamat hari guru, hanya ini yang dapat kami berikan kepadamu....
Sedikit ucapan terima kasih
Selamanya engkau ada di hatiku
25 November 2010

Engkau datan dengan tangis

Engkau datang saat menangisi sesuatu
Engkau datang menangis saat disakiti
Engkau datang bagai hujan dan badai
Engkau hadir bagai mimpi

Engkau harus rela memotong kue itu
Engkau harus siap memecahkan guci kesayangan itu
Hancurkan taman yang telah terbangun
Sekarang semua berada ditanganmu
Keputusan itu berada di dirimu

Berada di posisi yang memelas
Pikiran menjadi baku
Sukma pun tak henti-hentinya menangis
Engkau capek
Engkau lelah

Engkau datang saat berada di ujung tanduk
Engkau hadir saat terikat oleh bayangan sendiri
Semua pilihan ada ditanganmu
Pilihan yang harus dipilih
Engkau ingin menjadi diri sendiri
Orang tuamu membalutmu dengan kasih sayang
Dia menyelimutimu dengan cinta
Kesempurnaan telah engkau nikmati

Keputusan telah engkau pilih
Semua telah berakhir
Semua harus dimulai dengan halaman baru
Batinmu ingin menjadi manusia baik
Manusia baik yang ingin berbuat
Berbuat untuk orang lain
Orang lain yang pernah hadir

Air mata telah menetes
Perlahan mendinginkan pipi
Menggores hati
Memberhentikan aliran darah
Engkau harus memilih
Pilihanmu akan menjadi yang terbaik
Engkau orang yang sempurna

Orang yang memberikan senyum
Senyummu menggetarkan pelangi
Senyummu meruntuhkan langit
Senyummu mengeringi laut
Senyummu............
Tersenyumlah........
Senyummu............

Dimana aku sekarang........

Hari ini begitu gelap dan dingin
Engkau datang bagai badai menghantam kapal
Hari ini begitu melankolis
Engkau hadir membuat semua aku menangis

Aku hanya bisa diam
Menelan ludah dalam-dalam
Menahan air yang takan habis
Menguatkan kuda-kuda untuk menopang badan
Aku ingin berteriak sekuat mungkin
Berteriak tolong agar Engkau mendengar
Berlari untuk bercerita panjang lebar

Aku berada di ujung tanduk
Ditengah jembatan yang akan putus
Berharap akan datang seekor naga
Muncul rajawali menghampiri

Aku gemetar dari ujung kaki sampai rambut
Tanpa sadar sukmaku melawan
Memberontak atas penguasaan
Melawan untuk diriku sendiri
Aku tidakan minta maaf
Aku tidak bersalah

Kalian menyayangiku
Kalian ingin hidupku bahagia
Kalian ingin menjagaku
Tapi aku bukan si kecil yang hanya bisa menangis
Aku sekarang sudah bisa berteriak
Memukul rang yang akan menyakitiku

Aku berada dalam penjara
Kasih sayang kalian membelenggu kakiku
Perhatian kalian menjadi sangkar untukku

Mimpi-mimpi ku telah kalian siksa
Otakku kalian kerdilkan
Pemikiranku trauma untuk berdiri dipanggung

Aku hanya menginginkan doa kalian
Aku hanya menginginkan restu kalian
Kalian kunci keberhasilanku
Itu merepakan embun dipagi hariku
Pelepas dahaga atas keringat yang keluar
Menjadi melodi yang akan membangunkanku dipagi hari

Apakah kepercayaan itu telah hilang
Apakah aku tidak pantas lagi untuk dipercaya
Kepercayaan itu masih ada

Aku telah memilih dan menemani diriku sendiri
Aku telah berdamai dengan diriku sendiri
Aku telah mengikhlaskan semua yang terjadi nanti
Aku ingin mempersembahkan mimpi ini untuk kalian
Aku ingin memberi sesuatu mahkota raja untuk kalian
Aku ingin mengajak kalian ke puncak gunung
Aku ingin duduk di taman indah itu dengan kalian
Aku ingin.............
Aku berada diposisi...........

Pilihanmu yang terbaik

Hari ini aku ingin menangis................
Menangisi kegelisahan dalam sukma
Menangisi orang yang kucintai
Mereka yang membuatku memilih

Sejak fajar muncul ke pelupuk
Saat kokokan ayam mendentum surya
Hubungan ini beracun dan berbisa
Tanpa asap api pun padam
Tanpa hujan kabut pun pergi
Nafasku terhenti
Darah ini tidak memerah lagi
Engkau menjadi bagian sisi lain ku

Tanpa ada masalah yang muncul
Kopi tidakan pahit karena ada gula
Teh gingseng yang wangi dan harum dalam kepahitan
Aku bingung..............
Aku ingin menangis
Aku ingin pergi jauh ke puncak gunung
Berharap awan menemaniku
Ingin mendatangi taman firaun
Ingin beristirahat kerajaan ratu bilqis

Sajak roman yang cemelek
Bagai makan buah simalakama
Bagai membelah samudra untuk jalan
Aku tetap menangis untuk mu
Aku tetap menangis untuk Ibu

Aku memilih keluarga
Aku meninggalkan kehidupan indah
Kisah indah bersamamu
Aku hanya ingin berbakti kepada mereka
Aku hanya anak yang baik

Aku harus menyakitinya
Aku harus tega dan rela
Apakah kalian hargai ini semua
Apakah ini senyu kecil kalian
Apakah aku memang baik

Kalian takan memahami hatiku
Kalian takan merasa sedih hati ini
Dentuman ombak di depanku
Desiran air laut dimata kaki ki
Kita akan bahagia dan tersenyu
Tidak layak kalian seprti itu


Pengorbanan ku besar teman............
Niat ku baik............
Aku telah memilih
Aku tegarkan hati untuk mencari maafmu
Aku berdiri bagai pangeran
Mengakui kesalah
Aku telah memilih............
Aku tetap tegar..............
Aku memilih........................


Pesta Malam Kota

Malam ini begitu manis
Jalan kota di hiasi lampu kendaraan
Manjadikan kita bagian dari pesta malam
Tak heran melihat kucing kecil
Kedinginan di emperan toko
Manusia tak lagi peduli dengan kasih sayang

Pengemis kecil berlarian
Lampu merah jalan menjadi aba-aba
Mengharap simbol kepedulian itu ada......
Tangan manusia yang keluar dari sela mobil

Ditemani mangkok kecil
Krincing-krincing
Gitar usang
Tepukan tangan

Keluar masuk toko makanan
Turun dari mobil mewah
Pakaian kantor yang rapi
Menjadi bayangan langkah mereka (pengemis)
Menjadi cermin lilitan perut tipis mereka (pengemis)

Di depanku begitu indah
Pesta kecil menemani kita
Botol, rokok, gorengan
Menjadi pelengkap tawa kita
Tanpa sadar di sekitar kita

Toko-toko menjadi losmen
Mereka sebagai anak langit
Koran berganti profesi
Demi mengurangi pakaian yang kotor
Sangat mereka cintai
Selalu di pakai menjadi seragam

Malam ini kesedihan di kiri
Malam ini tawa di kanan
Malam ini salah satu dari 1000 malam yang lewat
Kasih sayang.....
Kepedulian.....
Cinta.....
Terlupakan, mati, sirnah...............

Kota kita bagai kebun safari
Di isi oleh hewan-hewan buas...............

Bersama

Entah mengapa ini ada
Engkau hadir bersama kejutan
Melawan kesepian
Mengisi kesunyian

Harapan muncul dengan asri
Hari ini engkau hadir
Dari kemaren selalu ada
Esok menjadi hari penantian

Bersama kita lalui
Mendaki gunung tertinggi
Menyelami laut yang dalam
Merentas rimba hutan belantara
Bersam kita

Waktu berjalan
Rencana selalu terucap
Kemunculanmu disisiku
Menjadi mimpi indah
Menjadi harapan untuk masa depan

Engkaulah wanita itu
Perempuan yang ucik
Berlari dan tertawa
Di kejauahan
Memberikan kehangatan
Mendatangkan kecerian

Kita menjadi semakin dekat
Semua pesan singkatmu
Indah
Bersahaja
Mendayuh
Lucu dan gairah

Bersama kita
Mampu
Sanggup
Tegar
Berani
Bersama......
Bersama kita.......

Kamis, 25 November 2010

Kelinci Putih

Terima Kasih
Engkau datang
Engkau luangkan waktu
Engkau lemparkan senyum

Sayatan kecil dikulit
Setitik sinar pada mata
Gigi putih yang tajam
Melambangkan kerakusan
Sebuah senjata untuk hidup
Pergilah.....

Daun kering berteriak
Ranting kecil berirama
Mengeluarkan nada
Untuk apa
Beningnya benih-benih bunga
Hitamnya lumpur sungai

Engkau tanganya
Dia lengan paha tumit
Aku kaki mulut

Hijau daun
Coklat tanah
Bening air
Kuning buah
Matahari sahabatnya

Tempat kami mengadu
Saya selalu bercerita panjang
Diskusi........
Curhat........
Tanya jawab............
Air mata mengalir saat melihat senyumnya
Bibir merahku akan tarik menarik

Aku cinta kalian semua........
Saya datang itu sayang......